Profil

Dalam era globalisasi ini, masih banyak daerah di Indonesia yang masih belum mendapatkan kesempatan untuk menikmati perkembangan dan kemajuan teknologi. Salah satunya adalah karena masih rendahnya kualitas sumberdaya yang ada. Rendahnya kualitas sumber daya ini dikarenakan masih belum meratanya kesempatan untuk mengikuti pendidikan di daerah-daerah karena keterbatasan-keterbatasan akses pendidikan.

Semakin ketatnya persaingan, dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang siap untuk langsung bekerja, terutama lulusan Sekolah Kejuruan. Dengan adanya pemekaran wilayah Indonesia, masih banyak daerah yang belum memiliki Sekolah Kejuruan. Pada akhirnya dengan terbatasnya tenaga lulusan SMK dapat menghambat perkembangan dunia usaha.

Direktorat Pembinaan SMK telah melaksanakan program untuk meningkatkan rintisan SMK dibeberapa daerah. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa SMK tersebut masih mengalami berbagai hambatan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terutama dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik (guru).

Konsekwensi dari pelaksanaan undang-undang otonomi daerah dan adanya pemekaran wilayah mengakibatkan banyak daerah yang tidak memiliki sekolah menengah kejuruan. Akibatnya banyak siswa lulusan SMP harus melanjutkan ke daerah lain atau mencari sekolah yang jauh dari tempat tinggal.

Berdasarkan pilar kebijakan Departemen Pendidikan Nasional yang salah satunya adalah pemerataan dan perluasan akses pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan termasuk jenjang pendidikan kejuruan. Sejak tahun 2003 Direktorat Pembinaan SMK telah melaksanakan program USB, USB Perbatasan, dan Rintisan SMK di SMP. Hal ini dimaksudkan untuk menyediakan tempat belajar kepada siswa lulusan SMP walaupun  dengan sarana dan fasilitas yang minimal.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa SMK tersebut masih mengalami berbagai hambatan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terutama dalam pememuhan kebutuhan tenaga pendidik (guru), bangunan, perabot, peralatan, bahan ajar, dan lain-lain.

Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut pada tahun 2008 Direktorat Pembinaan SMK mencanangkan  berbagai program antara lain pemberian bantuan sarana dan peralatan praktik siswa, mengingat keterbatasan jumlah tenaga pendidik khususnya untuk mata pelajaran produktif (program keahlian).

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK-SMK tersebut, pada tahun anggaran 2009 ini Direktorat Pembinaan SMK telah mengalokasikan dana Program Bantuan Pendampingan SMK.  Program ini akan dititikberatkan pada program pemberdayaan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang menyelenggarakan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Universitas Sebelas Maret sebagai salah satu Lembaga Penyedia Tenaga Kependidikan merasa terpanggil untuk dapat membantu menyukseskan pelaksanaan peningkatan rintisan SMK tersebut.